CK: Beriman Berwirausaha Berbudaya


Komunitas pengusaha CK, yang saat ini telah menginjak di tahun kelima, sejak tahun 2012. Semangat kebersamaan benar-benar mendasari gerakan wirausaha tergabung dalam konsep Lebah CK ini. CK Manajemen  sebagai pemangku amanah sampaikan spirit ini, berupaya mewujudkan Ekonomi kerakyatan nyata untuk Rakyat Indonesia. Beriman, Berwirausaha dan Berbudaya sebagai landasan melangkah Komunitas CK ini. Dengan dasar Pancasila serta semangat ini tak lepas dari para pendahulu bangsa ini, salah satunya adalah Bung Karno, sebagai salah satu founding father Republik ini.
“Lindungan dan tuntunan Tuhan itu sangat kita perlukan dan sangat kita mohonkan. Sebab tiada sesuatu berjalan selamat tanpa ridha-Nya Tuhan Yang Maha Kuasa”. (Pidato Bung Karno dalam peringatan Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1966, di Jakarta, berjudul “Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah”)
Tentang Tuhan dari Soekarno
Beriman; seperti apa yang dikatakan beliau Bung Karno, bahwa tanpa ridlo dari-NYA apa yang terjadi atas kita sebagai mahkluk-Nya tidaklah mungkin terjadi. Keragaman dan banyaknya kenyakinan yang berada di Indonesia, khususnya di komunitas CK, menjadi sebuah hal utama untuk selalu melibatkan dan mengingat-NYA di setiap kita tapaki hari demi hari, bulan demi bulan serta tahun demi tahun. Keselamatan, kesehatan dan keberhasilan akan berjalan atas bimbingan serta ridlo-Nya sepenuhnya. Demikian juga salah satunya kami sebagai bangsa Indonesia, mendasari semangat Pancasila, sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Republik Indonesia ingin menegaskan, bahwa Berdikari tidak berarti mengurangi, melainkan memperluas kerjasama internasional, terutama di antara sesama negara yang baru merdeka. Yang ditolak oleh Berdikari adalah ketergantungan kepada imperialisme, bukan kerjasama yang sama-derajat dan saling-menguntungkan”. (Pidato Bung Karno dalam peringatan Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1965, di Jakarta, berjudul “Tahun Berdikari”)
Berwirausaha; Tidak bisa dipungkiri industri kretek merupakan salah satu industri yang pertama kali lahir di negeri ini. Dan lebih satu abad lamanya, industri ini tetap bertahan melewati berbagai gejolak krisis perekonomian dunia. Secara sudut pandang “asalnya” boleh dikatakan, industri kretek adalah industri “asli” Indonesia, industri yang memang benar-benar berdikari seperti yang digelorakan Bung Karno, BERDIKARI-berdiri diatas kaki sendiri.
Yaitu tembakau yang ditanam di bumi Indonesia, cengkeh dari hasil perkebunan bumi Indonesia, produksi dari industri Indonesia, dengan pekerja Indonesia, serta konsumen terbesar juga adalah rakyat Indonesia.
Faktanya industri kretek memang tak lekang oleh waktu. Ini terbukti ketika krisis ekonomi kawasan (Asia Timur dan Tenggara) pada paruh kedua 1990-an, mengakibatkan kemerosotan nilai tukar rupiah yang anjlok sampai 800 persen. Sehingga banyak industri besar yang bermuatan impor tinggi benarbenar goyah, bahkan sebagian ambruk. Hal sebaliknya terjadi pada industri kretek yang memang bermuatan impor sangat rendah yakni hanya sekitar 4 persen. Karakter industri kretek kebal terhadap gejolak pasar internasional menjadikannya lebih mampu meredam guncangan pada keseluruhan mata rantai produksi dan pemasarannya, termasuk berbagai industri yang terkait mulai dari hilir sampai ke hulu.
Salah satu alasan ini CK Manajemen memulai bisnisnya dengan sebuah produk istimewa, yaitu kretek rempah. Yang berbasis bahan-bahan alami asli bumi nusantara, Indonesia. Berwirausaha sebagai landasan kedua melangkah jalankan usaha yang bertujuan untuk berikan manfaat buat khalayak banyak, khususnya rakyat Indonesia. Disinilah muncul ide konsep marketing; Lebah CK, konsep berbagi.

“Kalau jadi Hindu jangan jadi Orang India, Kalau jadi Islam jangan jadi Orang arab, Kalau jadi Kristen jangan jadi Orang Yahudi…Tetaplah Jadi Orang Nusantara Dengan Adat-Budaya Nusantara Yang Kaya Raya ini….”(Pidato Bung Karno, dalam peringatan Kebangkitan Nasional, di Jakarta)
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya. Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” demikian penggalan pidato Bung Karno pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1966, di Jakarta
Berbudaya; Masa lampau itu sangat berguna sebagai kaca benggala dari masa yang akan datang. Tetapi kenyataannya saat ini banyak sekali generasi muda yang sudah melupakan tentang sejarah itu sendiri. Derasnya culture dari barat semakin melunturkan budaya dan sejarah kita sendiri. Bila manusia benar menghayati arti sejarah maka dapat menciptakan semangat kebangsaan dan nasionalisme yang kuat yang dapat membabat habis benih-benih perpecahan bangsa. Orang yang lupa pada sejarah tidak bisa merancang masa depan hidupnya, bahkan bangsanya tidak berjalan dengan normal. Sejarah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran, bahan evaluasi serta bisa menjadi motivasi bagi kita untuk menapak masa depan. Kebudayaan adalah salah satu bukti yang ditinggalkan oleh nenek moyang bangsa ini. Tembakau dan rempah menjadi sebuah budaya yeng tidak bisa disepelekan dengan kearifan lokalnya. Dalam berwirausaha CK ini CK Manajemen merangkul semua elemen bangsa, yang beraneka ragam dan berbhineka tunggal ika. Dari sabang sampai merauke. Secara bergantian CK Manajemen akan mengusung budaya serta kesenian sebagai bentuk apresiasi CK kepada nenek moyang yang telah berikan landasan serta kebudayaan sehingga tercipta peradaban seperti yang kita alami saat ini. Dalam hal ini secara nyata kami munculkan di sloft atau box pembungkus (kemasan 10 bungkus) berupa Reyog Ponorogo di awal tahun 2014, dan saat ini dengan Pencak Silat Nusantara. Salam sehat sejahtera bersama CK. (ckmedia)

Comments